-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waspada! BPOM Temukan Kerupuk dan Mi Basah Berboraks di Pasar Kediri dan Pancor

Jumat, 06 Maret 2026 | 23.55 WIB Last Updated 2026-03-06T15:55:15Z
Pengawasan di Pasar Kediri, Lombok Barat. Foto/istimewa


Lokalnews.id — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menemukan sejumlah produk pangan mengandung bahan berbahaya dalam pengawasan intensif selama Ramadan 2026 di Lombok Barat dan Lombok Timur.


Dari total 97 sampel pangan yang diuji langsung di lapangan, petugas menemukan 6 sampel positif mengandung boraks. Temuan tersebut terdiri dari 4 sampel kerupuk terigu dan 2 sampel mi basah yang dijual di pasar tradisional.


Produk tidak memenuhi syarat itu ditemukan di Pasar Kediri, Kabupaten Lombok Barat, serta Pasar Pancor di Kabupaten Lombok Timur.


Kegiatan pengawasan dilakukan pada 4–5 Maret 2026 dengan menyasar pasar tradisional dan sentra penjualan takjil yang ramai selama Ramadan. Lokasi yang diperiksa antara lain Pasar Kediri di Kecamatan Kediri, Pasar Pancor di Kecamatan Pancor, Giri Menang Square di Gerung, serta sentra takjil di Selong.


Dalam pengawasan tersebut, petugas mengambil sampel makanan lalu melakukan uji cepat menggunakan test kit untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.


Hasil pemeriksaan pada sentra takjil di Giri Menang Square Gerung dan Selong menunjukkan seluruh sampel memenuhi standar keamanan pangan dan tidak mengandung bahan berbahaya.


Kepala BPOM, Taruna Ikrar menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan pangan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.


“Dengan pengawasan yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” kata Taruna. Dalam keterangan resminya, Jumat (6/3).


Terhadap temuan produk yang mengandung boraks, petugas langsung melakukan pembinaan kepada pedagang serta menelusuri sumber produk untuk mencegah peredaran pangan berbahaya.


Pengawasan ini dilakukan secara terpadu bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Barat, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, serta relawan SAKA POM.


BBPOM Mataram menyatakan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan akan terus dilakukan guna memastikan makanan yang beredar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi masyarakat.


Masyarakat juga diimbau lebih teliti dalam memilih makanan serta melaporkan kepada BBPOM atau instansi terkait jika menemukan dugaan pangan mengandung bahan berbahaya.

×
Berita Terbaru Update