![]() |
| Pendampingan di salah satu sarana produksi pangan olahan untuk pemenuhan Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB). Foto/istimewa |
Lokalnews.id — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mataram terus memperkuat pengawasan sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk lokal melalui pendampingan intensif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat. Program tersebut juga sejalan dengan amanah Pancasila, UUD 1945, serta visi pembangunan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pembinaan yang terstruktur melalui pelatihan, asistensi, dan edukasi merupakan kunci agar pelaku usaha dapat “naik kelas” dan memenuhi standar regulasi.
“Pembinaan yang terstruktur melalui pelatihan, asistensi, dan edukasi menjadi prasyarat agar pelaku usaha mampu naik kelas dan memenuhi standar regulasi,” ujarnya saat meresmikan kegiatan Coaching and Development Center UMKM Kosmetik Kosmesia di Surabaya, 18 Januari 2026.
Sepanjang 2025, Balai Besar POM di Mataram telah memberikan pendampingan kepada 39 UMKM. Dari pendampingan tersebut, berhasil diterbitkan 202 Nomor Izin Edar (NIE).
Rinciannya meliputi 4 NIE obat bahan alam dari 2 UMKM, 78 NIE pangan olahan dari 29 UMKM, serta 120 NIE kosmetik dari 8 UMKM.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, penerbitan NIE tersebut tersebar di Kota Mataram sebanyak 40 NIE, Kabupaten Lombok Barat 106 NIE, Kabupaten Lombok Tengah 19 NIE, Kabupaten Lombok Timur 22 NIE, dan Kabupaten Lombok Utara 15 NIE.
Produk pangan olahan yang telah mengantongi izin edar antara lain gula semut, VCO, minuman botanikal, dan berbagai produk olahan lainnya. Untuk kategori obat bahan alam mencakup cairan obat luar dan kapsul, sedangkan produk kosmetik yang telah mendapatkan izin edar di antaranya pomade, sabun cair, parfum, dan berbagai produk perawatan.
Secara kumulatif selama periode 2024–2025, Balai Besar POM di Mataram telah mendampingi 86 UMKM dengan total 440 NIE yang diterbitkan. Rinciannya meliputi 6 NIE untuk 3 UMKM obat bahan alam, 164 NIE untuk 56 UMKM pangan olahan, serta 270 NIE untuk 12 UMKM kosmetik.
Capaian ini diharapkan menjadi fondasi penguatan pengawasan terpadu bersama para pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

