![]() |
| Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Foto/istimewa |
Lokalnews.id — Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya mengajak pondok pesantren turut aktif mencegah perkawinan anak. Ajakan itu bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah menilai praktik pernikahan usia dini berkaitan erat dengan tingginya risiko stunting pada anak.
Hal tersebut disampaikan Wabup saat bersilaturahmi dengan pengurus, guru, staf, dan santri Yayasan Pondok Pesantren Al Badriyah Rarang, Kecamatan Terara, Sabtu (28/2). Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting tidak cukup hanya melalui intervensi sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan lembaga pendidikan keagamaan.
Menurut Edwin, pernikahan pada usia yang belum matang secara fisik dan psikologis berpotensi menimbulkan berbagai persoalan kesehatan, mulai dari kehamilan berisiko, kekurangan gizi pada ibu hamil, hingga kelahiran anak dengan kondisi stunting.
Ia mengatakan, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda.
"Melalui edukasi dan pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap pesantren dapat menjadi mitra pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada santri, wali santri, dan masyarakat tentang pentingnya menunda usia perkawinan hingga mencapai usia yang matang,”sambungnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk tokoh agama. Pesan moral dan keagamaan yang disampaikan di lingkungan pesantren diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat mengenai kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pondok pesantren, Pemkab Lombok Timur menargetkan angka perkawinan anak dapat ditekan sehingga upaya percepatan penurunan stunting bisa lebih optimal.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen terus menggencarkan sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Lombok Timur yang sejahtera, maju, adil, religius, dan transparan.

