-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kue Kukus Berulat Bikin Geger Program MBG, BBPOM Sidak Dapur di Lombok Tengah

Sabtu, 14 Maret 2026 | 20.08 WIB Last Updated 2026-03-14T12:08:46Z
Menu MBG SPPG Lombok Tengah berupa kue kukus diberikan ke siswa tampak berulat. Foto/istimewa


Lokalnews.id — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (13/3/2026). Sidak dilakukan setelah muncul laporan masyarakat terkait temuan kue kukus yang diduga berulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Menindaklanjuti laporan tersebut, BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah langsung melakukan penelusuran ke lokasi dapur SPPG yang menjadi titik distribusi makanan. Pemeriksaan difokuskan pada alur pengadaan bahan pangan, proses penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima program.


Dari hasil penelusuran awal, tim kemudian melanjutkan pemeriksaan ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diketahui menjadi pemasok kue kukus tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi sumber permasalahan sekaligus memastikan apakah proses produksi telah memenuhi standar keamanan pangan.



Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa UMKM pemasok kue kukus tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. Padahal, sertifikat tersebut merupakan syarat penting bagi pelaku usaha pangan untuk memastikan proses produksi memenuhi standar kebersihan dan sanitasi.


BBPOM menilai keterlibatan UMKM dalam penyediaan makanan bagi program pemerintah merupakan langkah positif untuk mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Namun, kemampuan pelaku usaha dalam menerapkan standar higiene dan sistem jaminan mutu pangan masih beragam sehingga berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan bila tidak diikuti pembinaan dan pengawasan yang ketat.


Menyikapi temuan tersebut, BBPOM Mataram mengimbau seluruh pengelola dapur SPPG agar lebih selektif dalam memilih pemasok pangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memastikan UMKM telah memiliki SLHS dari Dinas Kesehatan setempat, produk pangan memiliki nomor izin edar, serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kemasan, label, masa kedaluwarsa, dan kondisi fisik makanan.


Selain itu, kepala SPPG juga diminta aktif melakukan kunjungan ke lokasi produksi UMKM pemasok guna memastikan proses pengolahan pangan berjalan sesuai standar higiene dan sanitasi.


BBPOM Mataram menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan makanan dalam program MBG memenuhi standar keamanan dan mutu. Hal ini penting agar pangan yang disalurkan benar-benar layak konsumsi dan memberikan manfaat bagi kesehatan para siswa sebagai penerima program.


×
Berita Terbaru Update