-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Wabup Edwin Sebut Tujuh Desa Masuk Daftar Hitam Stunting di Lombok Timur

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17.17 WIB Last Updated 2026-03-14T09:17:44Z
Wabub Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya membuka acara sosialisasi pencegahan dan penurunan stunting tahun 2026 di Masbagik Baru. Foto/lokalnews.id



Lokalnews.id — Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan terdapat tujuh desa di wilayahnya yang masuk kategori “daftar hitam” stunting. Desa-desa tersebut memiliki angka stunting di atas 43 persen.


Pernyataan itu disampaikan Edwin saat membuka kegiatan sosialisasi pencegahan dan penurunan stunting tahun 2026 di Desa Masbagik Baru, Kecamatan Masbagik, Sabtu (14/3).


Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan program aspirasi anggota DPRD Lombok Timur, H. Lalu Hasan Rahman, yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur.


Dalam kesempatan itu, Edwin juga menyebutkan bahwa angka stunting di Lombok Timur masih menjadi yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


Menurutnya, upaya menekan angka stunting perlu dilakukan melalui berbagai intervensi, salah satunya perbaikan asupan gizi bagi ibu hamil dan balita.


“Penurunan stunting salah satunya melalui intervensi perbaikan gizi. Karena itu, sosialisasi ini juga dilakukan di dapur MBG,” ujar Edwin.


Ia kemudian membeberkan sejumlah desa yang memiliki angka stunting tertinggi. Desa-desa tersebut antara lain Sakra Selatan, Kertasari, Kabar, Teros, Sikur Selatan, Denggen, Peneda Gandor, dan Jantuk.


“Desa-desa itu memiliki angka stunting di atas 43 persen. Alhamdulillah, Masbagik Utara justru angkanya relatif rendah,” kata Edwin.


Sementara itu, anggota DPRD Lombok Timur, H. Lalu Hasan Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi pencegahan stunting melalui program reses tidak dilakukan di seluruh kecamatan di daerah pemilihannya.


Menurutnya, kegiatan tersebut diprioritaskan pada wilayah yang memiliki angka stunting tinggi.


“Program yang kita jalankan ini disesuaikan dengan kebutuhan wilayah,” ujar Hasan Rahman.


Ia menambahkan, upaya penurunan stunting merupakan bagian dari agenda besar pemerintah pusat dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.


Salah satu kebijakan yang dijalankan adalah intervensi gizi spesifik melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyasar balita serta ibu hamil.


“Harapannya, melalui program MBG ini kita bisa menyiapkan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045, sehingga Indonesia tidak lagi menjadi negara berkembang, tetapi negara maju,” pungkasnya. (*)

×
Berita Terbaru Update