-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ramai Gas 3 Kg, Wabup Lombok Timur Bongkar Penyebab yang Jarang Disadari

Minggu, 12 April 2026 | 08.22 WIB Last Updated 2026-04-13T00:25:43Z


Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Foto/istimewa


Lokalnews.id — Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan bahwa persoalan sosial tak bisa diselesaikan dengan cara instan. Kuncinya, kata dia, ada pada pendidikan.


Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri peringatan milad ke-4 Lembaga Pendidikan Sosial (LPS) Sirzam Pancor, Sabtu (11/4). Dalam kesempatan itu, ia menyinggung filosofi organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang selalu menyandingkan pendidikan dan sosial dalam setiap gerakannya.


“Pendidikan dan sosial itu di NWDI selalu bergandengan. Masalah sosial hanya bisa diselesaikan jika orang-orang berpendidikan yang mengerjakannya,” ujarnya.


Menurut Edwin, pendekatan ini juga sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan. Di Lombok Timur, visi itu diterjemahkan lewat program “Sekolah Rakyat” berbasis asrama (boarding school) yang kini berpusat di Lenek dan telah menampung sekitar 100 siswa dari keluarga kurang mampu.


Pemda juga tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Garuda sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan.


Di sisi lain, Edwin turut menyoroti fenomena kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan LPG. Ia menilai, persoalan bukan semata pada distribusi, tetapi juga perilaku panic buying yang dipicu derasnya informasi di media sosial.


“Kondisi pasokan yang menipis jadi makin sulit karena kepanikan pembeli,” katanya.


Ia menjelaskan, ketergantungan Indonesia terhadap impor elpiji—yang mencapai sekitar 80 persen dari Amerika Serikat—ikut memengaruhi suplai di daerah. Kondisi ini diperparah oleh lonjakan konsumsi saat Ramadan dan Idulfitri.


Saat ini, pemerintah daerah fokus mempercepat distribusi setelah pasokan tambahan masuk melalui Pelabuhan Lembar.


Selain itu, masyarakat juga diimbau mulai menerapkan pola hidup hemat energi. Pengetatan pengawasan subsidi listrik, LPG, dan BBM membuat efisiensi menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.


Bahkan, skema Work From Home (WFH) tengah diuji coba sebagai langkah kolektif untuk menekan konsumsi BBM di daerah.


Sementara itu, Ketua Panitia Mursidin menyebut rangkaian milad LPS Sirzam diisi berbagai kegiatan, mulai dari ujian hafalan Al-Qur’an hingga Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) tingkat lembaga yang digelar pada 7–9 April.


LPS Sirzam sendiri berawal dari inisiatif sederhana pengajaran Al-Qur’an di tingkat TPQ, namun kini berkembang menjadi lembaga pembinaan tahfidz dengan lebih dari 100 santri.


Peringatan milad ke-4 yang digelar di Lapangan RTQ Sirzam Pancor itu juga dirangkaikan dengan wisuda hafalan santri. Acara turut dihadiri Rektor Universitas Hamzanwadi, para tuan guru, alim ulama, pembina lembaga, da’i, hingga wali santri.

×
Berita Terbaru Update